![]() |
Tinggal sebut saja entah itu komputer PC, Komputer Tablet, PlayStation, sampai beraneka jenis Smartphone yang dimiliki orangtua di rumah pasti sudah diutak-atik oleh si pararemaja. Untuk apa lagi kalau bukan menjajal beraneka macam game seru yang tersedia Online, baik yang bisa di unduh gratis maupun yang prabayar.
Hanya menurut penelitian yang pernah dipubliskan dalan jurnal Pediatrics yang antara lain dilakukan Seattle Children's Research Institute (2011), Lowa State University (2010), dan di Stanford University School Of Medicine (2009) kebanyakan yang bermain game bisa mengganggu proses tumbuh kembang anak antara lain berupa:
- Masalah dengan Sosialisasi lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain dengan mesin, sipraremaja biasa merasa canggung dan kita kurang nyaman dalam kesempatan untuk bergaul dengan teman-temannya.
- Masalah dengan Komunikasi kegiatan berkomunikasi bukan sebatas berbicara dan mendengarkan kalimat yang kita ucapkan tetapi juga membaca ekspresi lawan bica. Anak yang kurang seringnya bersosialisasi biasanya kesulitan melakukan hal ini.
- Mengikis empati seringkali anak menyukai jenis game yang melibatkan kekerasan seperti perang-perang, martial art dan sebagainnya. Efek samping dari memainkan jenis game ini adalah terpicunya agresivitas anak terkikis empati si kecil terhadap orang lain.
- Gangguan motorik tubuh yang kurang aktif bergerak akan mengurangi kesempatan anak-anak untuk melatih kemampuan motorik. Risikonya anak bisa terserang obesitas dan pertumbuhan tinggi badan tidak maksimal.
- Gangguan kesehatan menatap layar vidio games secara konstan dalam waktu yang lama bisa mencetus serangan sakit kepala, nyeri leher, gangguan tidur dan gangguan penglihatan.






