SELAMAT DATANG DI WWW.QQDOMINO.NET BONUS NEW MEMBER 10% | CASHBACK 0.3% | REFERRAL 10%, CONTACT PERSON : LINE CSQQDOMINO | PIN BB 2B5C98BD

Sabtu, 12 Desember 2015

JERIT KENIKMATAN


CERITA SEKS JERIT KENIKMATAN : Peristiwa ini terjadi tahun 2014 dimana waktu itu ulang tahun pacarku yang ke 20 tahun, pacarku ini orang indo blestern mamanya dari belanda bapaknya manado, wajar saja jika wajahnya cantik tubuhnya tinggi 175 cm kulitnya putih, payudaranya besar dan seksi tentunya.

Melati : 

Dia sering membuat aku terangsang selalu memakai pakaian ketat dan minim jika berduaan denganku, sedikit tentang diriku aku berumur 25 tahun dengan tubuh atletis tinggiku 176 cm kulitku sawo matang asal dari jawa sungguh beruntung aku mendapat pacar secantik Melati, sudah 4 bulan aku berpacaran sama dia tapi belum sama sekalai menyentuh tubuhnya.
Aku hanya menberikan ciuman dan pelukan, aneh bukan..? Tetapi itu semua karena gaya pacaranku memang demikian. Aku tidak ingin merusak pacarku sendiri.

Melati kekasihku adalah wanita yang sempurna. Dia selalu memakai baju-baju ketat dan terbuka. Tentu saja keseksian tubuhnya akan terlihat jelas dan membuat semua pria ingin melahap tubuhnya, apalagi aku sebagai pacarnya.
Orang-orang pasti berpikir bahwa aku pernah menyetubuhinya. Itu semua tidak benar, karena aku selalu mengendalikan diriku dan selalu menolaknya jika dia mulai menggodaku dan bermesra-mesraan denganku.

Penolakan itu ternyata berakibat fatal, karena Citra mulai gencar melakukan gaya-gaya yang membuatku bergairah. Aku mulai merasa dia menjadikanku sasaran kepenasarannya.
Mungkin karena sikap dinginku kepadanya. Aku bisa melihat dengan jelas kedua mata indahnya itu seakan memelas agar aku mau menyentuhnya dan membawanya ke surga kenikmatan. Tetapi tetap saja aku tepis.
Hingga akhirnya, ketika Melati akan berulang tahun dan merayakannya hanya denganku. Dia menyuruhku datang ke villa keluarganya, tentu saja tidak ada siapa-siapa kecuali pembantunya. Lalu pada malam harinya, aku datang dengan membawa seikat bunga untuk Melati.

Pembantunya mempersilahkan aku duduk di ruang tengah, sementara itu dia memanggil Melati majikannya. Tiba-tiba dalam kesendirianku, aku dikejutkan dengan ciuman yang mendarat di pipi kananku dari belakang.
“Eh.., udah datang..!” ucap Melati sambil duduk di sebelahku.
“Iya.., met ultah sayanku..” jawabku sambil memberikan bunga yang kubawa untuknya.
Kedua mataku sibuk memperhatikan Melati, karena penampilanya sungguh luar biasa. Dia cantik sekali dengan pakaian sackdress-nya. Aku tidak mempedulikan ocehan Melati, karena konsentrasiku kini pada tubuhnya yang sexy.

Aku tahu kalau Melati tidak memakai BH karena putingnya tercetak jelas. Hampir saja aku menggigit lidahku karena disuguhkan pemandangan seperti itu.
Melati yang terdiam rupanya memperhatikanku dan tersenyum genit.
Dia mendekatiku dan membisikkan kata-kata, “Aku akan memberikannya padamu sayangku..”

Ucapannya itu membuat aku berdebar-debar. Kemudian Melati berjongkok di antara kedua kakiku. Aku bisa melihat pahanya yang mulus dan CD-nya yang berwarna cream tersembul disana. Aku terhipnotis, dan tanpa kusadari batang kemaluanku mulai hidup.
Melati membuatku gila karena dia mulai mengusap-usap batang kejantananku dari balik celanaku. Tetapi usapannya itu telah mampu membangkitkan batang kejantananku yang semakin tegang.
Melati mulai membuka resleting celanaku, dan nampaklah kepala batang kejantananku yang sudah keluar dari CD-ku. Melati terus menarik celanaku dan CD-nya, hingga aku telanjang. Aku merasakan tanganya yang halus mulai mengusap-usap batang kejantananku.

 photo 728x90_zpslh42jus4.gif
“Uh..” aku merasakan getaran kenikmatan telah muncul.
Kemudian Melati mengulumnya, menjilatinya dari ujung hingga pangkal batang kemaluanku. Aku mulai tidak tahan, nafasku memburu saat kocokan-kocokan mulutnya mulai beraksi. Kedua tanganku menyentuh payudaranya dan aku mulai meremasnya.
“Akhh..” aku mendesah tidak karuan.
Melati memang pintar, dia menghisap kontolku dengan kuat.

“Slurrpp.. slurrpp.. ” yang membuatku semakin gila.
Kuelus-elus tengkuknya dengan tangan kiriku, sedangakan tanganku yang kanan masih meremas-remas payudaranya. Aku menikmati perlakuannya hingga aku merasa akan mengeluarkan sesuatu.
“Sayang.. aku mau keluar..” ucapku padanya.
Melati seakan mengerti, dia menghisap batang kejantananku dengan cepat dan, “Akh.., Crot.., crott.., crott..” terlontarlah spermaku di dalam mulutnya.
Tanpa merasa jijik, dia menelannya. Kemudian dia mulai membersihkan kejantananku dengan jilatan-jilatannya.

Setelah bersih, Melati bangkit dan mendorongku ke sofa untuk bersandar. Kemudian dia mulai menciumku, aku pun membalasnya. Kupagut bibirnya yang sensual itu sambil kuelus punggungnya. Aku memainkan lidahku di dalam mulutnya.
Kusandarkan tubuhnya di sofa, dan aku segera turun dan berjongkok tepat di antara kedua pahanya yang sudah dibuka Melati lebar-lebar. Kuciumi Melati terus menerus, kemudian lehernya kujilati dengan lembut.

“Ahh.. ahh..” desahan-desahan mulai keluar dari bibirnya.
Aku menarik resleting bajunya dan kuturunkan, hingga nampaklah payudara 36B-nya yang luar biasa itu. Aku tidak tinggal diam, aku mulai menjilatinya.
“Slurrpp.. slurrpp.. ssh..”

Aku kecup payudaranya yang besar itu, “Cup.. cup..”
Melati mengeluarkan lenguhan-lenguhan kenikmatan, “Oh.., oh.. sayang..”
Aku teruskan dengan menghisap payudaranya kuat-kuat.
Melati mendesis, “Ohh..,” sambil menjambak rambutku.
Kemudian kupilin-pilin putingnya yang sudah keras itu.
“Ohh.., akhh.., sshh..” nampaknya Melati menikmatinya.

 photo 728x90_zpslh42jus4.gif
Aku mulai turun ke CD-nya, kuturunkan berikut dengan bajuku juga. Hingga nampaklah vaginanya yang sudah basah. Aku langsung menjilatinya.
“Slurrpp.., slurrpp.., oh.. oh..” desahan Melati membuat aku semakin tegang.
Kuteruskan jilatanku, kumainkan lidahku di dalam liang kewanitaannya.

“Akhh..,” jeritannya yang bersamaan dengan pahanya yang menjepit kepalaku dengan kuat.
Tubuhnya bergerak kesana kemari. Aku tidak memperdulikannya dan terus menjilatinya. Kuhisap dan kusedot liang kenikmatannya yang sudah basah itu dengan kuat-kuat. Kemudian klitorisnya kuemut dengan kuat.

“Okhh.., ohh..,” lenguhnya panjang, “Sayang.., masukkan.., masukkan..!” pinta Melati memohon.
Aku tidak menyia-nyiakannya, kuludahi batang kejantananku dengan air liurku dan kuarahkan pada liang senggamanya yang sudah banjir oleh cairan kewanitaanya.
“Ohh.., aoohh..” Melati mendesah tidak karuan saat kepala kejantananku kugesek-gesekkan di bibir vaginanya.

Kemudian kudorong batang keperkasaanku untuk masuk lebih dalam, tapi Melati berteriak, “Sayang.., sakitt..” wajahnya meringis kesakitan.
Aku menenangkannya dan mulai memasukkanya lagi tanpa mempedulikan jeritan-jeritan dari bibir Melati.
“Bless.., ss.. ohh..” aku diam tidak bergerak saat batang kemaluanku sudah terbenam dalam liang senggamanya.
Setelah Melati sedikit tenang, aku mulai menarik sedikit batang kejantananku.

“Akh.., akh..” Melati terus merintih.
Aku sendiri sedang merasakan nikmatnya jepitan bibir vaginanya yang membuat batang keperkasaanku berdenyut-denyut tidak karuan. Kumulai memaju-mundurkan batangku di dalam liang senggamanya. Masuk, keluar, masuk, keluar.
“Ohh.., enak.. okhh..” itulah kata-kata yang kutangkap dari suara-suara yang Melati keluarkan.
Kami mulai terbiasa melakukannya, pinggul Melati terus bergoyang kesana kemari dengan teratur. Gerak maju mundur batang kejantananku mulai kupercepat.

“Akh.., oh.., sayang.. Aku mau keluar..!” teriak Melati.
Kecepatanku kunaikkan 2 kali lipat, karena aku sendiri pun mengalami hal yang sama dengannya.
Dan akhirnya, “Crot.., crott.., crott..”
Kami berteriak keras sambil berpelukan, “Aakhh..”
Kami mencapai orgasme bersamaan.
Dengan sisa-sisa tenagaku yang terakhir, kubopong tubuh Melati dan kubawa masuk ke kamarnya. Kubaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan aku mulai menciumi bibirnya dengan penuh nafsu. Kedua tanganku meremas-remas payudaranya dengan kuat.

Kumainkan lidahku di putingnya. Melati mendesah kenikmatan, nafasnya mulai tidak beraturan. Aku meneruskan jilatanku di payudaranya, kuputar ke kiri serta ke kanan, kuhisap kecil.
“Okh..,” rintihanya membuatku semakin menggebu-gebu.
Kutarik putingnya dengan bibirku.
“Okh..,” Melati terus mendesah, kedua tanganya mengelus-elus punggungku.
Aku semakin bernafsu, kubuka mulutku lebar-lebar dan kuhisap payudara kanannya.

“Slurrpp.., slurpp..” terdengar suara kenikmatan dari hisapanku, sedangkan tanganku yang satunya meremas-remas payudara kirinya dengan kasar.
Aku melihat kedua mata Melati yang terpejam. Tetapi bibirnya tidak berhenti merinti-rintih kesakitan dan kenikmatan. Sementara itu batang kejantananku sendiri sudah menegang keras. Kuhentikan hisapanku, lalu kutarik kedua kakinya ketepian tempat tidur hingga menyentuh lantai.

Maka nampaklah vaginanya yang basah. Aku mengambil posisi berjongkok dan mulai menciumi selangkanganya dengan teratur.
“Okh.., sayang.., akhh..” itulah kata-kata yang kudengar dari bibir Melati saat lidahku menyentuh bibir kemaluannya.
Kujilati dan terus kuhisap-hisap cairan kewanitaanya, kemudian kugigit klitorisnya. Melati menjerit keras, badannya mengelinjang ke kanan.
“Ohh.., ohh.., sayang.. enakk..” desahnya.

Aku terus menambah kecepatan hisapanku dan terus mengocok liang senggamanya, menjilatinya dan menghisapnya dalam-dalam.
“Ohh.., sshh.., sshh.. Aku keluarr..!” teriak Melati keras.
Aku bersiap-siap untuk menelan cairan yang tersembur dari lubang kenikmatannya. Kemudian kubersihkan cairan-cairan yang masih tertinggal di bibir liang surganya.
Aku bangkit dan naik ke tempat tidur, sekarang posisi kami adalah 69. Melati memasukkan batang kejantananku ke dalam mulutnya dan mengocok-ngocoknya. Aku merasakan jilatan-jilatannya yang mampu membuatku merem melek. Dia terus menyedot-nyedot kepala kemaluanku dengan kuat.

“Akhh..,” desisku.
Aku seakan melayang-layang, entah dimana. Sungguh luar biasa apa yang kurasakan itu. Aku membalas perlakuan Melati dengan menjilati dan menggigit klitorisnya. Sontak tubuh Melati bergerak-gerak. Aku yang mulai merasakan batang kemaluanku akan mengeluarkan sesuatu, langsung menariknya dari mulut Melati. Kubuka lebar-lebar liang vaginanya.
Kuhujamkan batang keperkasaanku pelan-pelan dan, “Bless.., ohh..” desisku.
“Crot.., crot..” spermaku menyemprot ke dasar liang senggamanya.
Tubuhku lemas, tetapi itu hanya sekitar 10 menit.

Aku bangkit dan mencabut batang kemaluanku dari liang senggamanya.
“Ahh..,” desah Melati yang lemas tidak berdaya.
Kubuka pahanya lebar-lebar dan mulai menjilatinya lagi. Lidahku menari-nari di dalam liang kenikmatannya. Perlakuanku itu menbuat Melati menggelinjang tidak karuan, nafasnya kembali naik. Kuhisap klitorisnya yang masih membesar itu, “Slurp.. slurpp..”

Tanganku sendiri sibuk meremas-remas payudaranya. Melati menjerit kesakitan, “Okh.. akhh.. hhshshss..”
Kedua pahanya menjepit kepalaku dengan keras. Aku tetap meneruskan jilatan dan hisapan pada kemaluannya.
“Okh.. okh.. sshh..” Melati terus mendesah, “Aku mau keluar..!” ucapnya.
Aku terus menyedotnya semakin cepat dan liar, “Slurpp.., slurpp.. okhh..”
“Cer.. cer..” cairan kemaluannya membanjiri vagina dan wajahku.

 photo 728x90_zpslh42jus4.gif
Melati tergeletak lemas, dia tidak peduli lagi saat aku membersihkan liang senggamanya dengan menyedot cairan kewanitaanya yang masih tertinggal di bibir vaginanya itu.
Tetapi saat aku menyedot klitorisnya, dia memohon agar aku menghentikanya, karena dia sudah tidak kuat lagi, tapi aku tidak memberikan kesempatan kepadanya. Kukocok-kocok lidahku di dalam vaginanya. Melati berteriak dan meronta-ronta. Kedua kakinya berusaha menendangku dengan sisa tenaganya yang terakhir. Tetapi dengan sigap kupegang kedua pahanya dan terus menghisap vaginanya.
“Okhh.., aahh.., akhh..,” desahan dan teriakkannya membuatku terangsang.

Kulihat Melati mulai menitikkan air matanya, pastilah dia merasa ngilu pikirku, tetapi aku tidak mempedulikannya karena nafsuku sudah di ubun-ubun, batang kemaluanku sendiri sudah berair.
Aku terus menjilati liang kewanitaan Melati dengan cepat.
Tiba-tiba Melati berteriak, “Sayang.. masukkan.. ohh.. masukkan..!” pintanya.
Aku pun tanpa basa-basi, membimbing batang kejantananku yang sudah tegang 1000 volt ke dalam liang senggamanya. Melati sendiri sibuk memegangi kedua pahanya agar memudahkanku menancapkan senjataku. Kugesek-gesekkan kejantananku di liang kewanitaannya, “Sssttrr.. ssrree..”

“Oohh.., ohh.. ohh..” desahan Melati semakin menjadi-jadi.
Kuarahkan batang keperkasaanku ke dalam liang vaginanya, “Bless.. ss..”
Melati mulai menjerit kenikmatan, “Aduh..! aduhh..! oh..!”
Aku sendiri merasakan kenikmatan cengkraman bibir kemaluanya yang kuat itu.
Aku mulai memaju-mundurkan batang kejantananku yang diiringi desahan Melati, “Ohh.. ohh.. enakhh.. enakh..”
Melati menggoyangkan pinggulnya seirama denganku, gerakan kami pun semakin cepat.

“Akhh.. sayang.., Aku mau keluar..” ucap Melati.
Aku terus menggenjotnya, karena aku pun merasakan batang kejantananku akan mengeluarkan spermaku.
Saat kecepatan kami bertambah, akhirnya aku melenguh keras, “Akhh.. Crot.. crott.. crot..” batang kejantananku memuntahkan spermaku di dalam liang senggama Melati.
Bersamaan dengan itu, Melati juga menjerit, “Aaskhh.., ohh.., cer.. cer..”

 photo 728x90_zpslh42jus4.gif
Tubuhnya mengejang sambil memelukku kuat-kuat. Aku merasakan cairan kewanitaannya membasahi batang kemaluanku.
Melati melepaskan pelukannya, tubuhnya menjadi lemas tidak berdaya, begitu juga denganku. Kucabut batang keperkasaanku dari liang senggamanya. Kemudian kubuka pahanya, kujilati sisa-sisa cairan kewanitaanya, lalu kubaringkan tubuhku di sampingnya.

Kucium keningnya sambil kupeluk dan kubisikkan kata-kata bahwa aku sangat mencintainya. Melati hanya tersenyum sambil memejamkan matanya. Malam itu, kami melakukanya 3 kali dan kami mengulanginya dimana pun kami berada.
Pengalaman di atas sungguh membuat aku berubah menjadi pria yang tidak dingin lagi, malah aku sangat menyukai seks.

BandarQiu
25.000
BCA - BNI - MANDIRI - BRI - DANAMON

 photo 200x200-1_zpsl0ok4zig.gif

POKERKIUKIU
15.000
 judi capsa

POKERVOVO
25.000

QQDOMINO
50.000
judi domino

AYO99
25.000

 Judi Poker